Khotbah dan Renungan Kristen

Renungan Harian, Khotbah Kristen, Ilustrasi Khotbah, Ayat Emas Alkitab. Panduan untuk kebutuhan rohani tersaji di SUKACITAMU untuk pengenalan kepada Tuhan Yesus yang lebih dalam lagi.

Wednesday, August 27, 2014

Yehezkiel 33:7-11; Saling Membangun Dalam Kebenaran Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Yehezkiel 33:7-11; Roma 13: 8-14; Matius 18:15-20
Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup”Ini adalah Firman Tuhan bagi umatNya yang hidup dalam dosa. Tuhan menetapkan Yehezkiel menjadi penjaga umat Israel, yaitu memperingatkan mereka agar berpaling dari dosa untuk menerima keselamatan dari Allah.

Wednesday, August 20, 2014

Matius 16:21-28; Menyangkal Diri, Memikul Salib dan Mengikut Yesus

Bacaan Firman Tuhan: Matius 16: 21-28
Mesias Anak Allah harus menderita dan dibunuh?. Mungkin ini adalah reaksi dari Petrus menanggapi pernyataan Tuhan Yesus bahwa Dia akan menderita dan akan dibunuh oleh imam-imam kepala, tua-tua dan ahli-ahli taurat. Langsung Petrus menegor Yesus: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali tidak akan menimpa Engkau”. Sebab sebelumnya Petrus menyatakan pengakuannya bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup (Mat. 16:16,20).

Monday, August 18, 2014

Roma 12:1-8; Ibadah Yang Sejati

Bacaan Firman Tuhan: Roma 12:1-8
Pada pasal-pasal sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, manusia diselamatkan karena iman dan bukan karena perbuatan baik. Tidak ada seorangpun yang akan selamat dari kutuk dosa, sebab manusia hanya dapat selamat karena dibenarkan oleh Allah melalui penebusan di dalam Kristus Yesus.

Friday, August 15, 2014

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Bacaan Firma Tuhan: Roma 11: 1-2a + 29-32; Mazmur 67
"Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasehatNya?" Tidak terselami rencana-rencana Tuhan atas kehidupan manusia, sehingga berita keselamatan Tuhan tersebar ke seluruh bangsa-bangsa. Banyak suku-suku bangsa yang pada akhirnya menerima kasih keselamatan Allah melalui penderitaan dan kematian Yesus Kristus di kayu salib. Allah merelakan diriNya untuk mendapatkan hinaan dan siksaan supaya kasihNya nyata kepada semua bangsa.

Inilah yang dinyatakan oleh Rasul Paulus "Kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka". Umat Israel yang dari dahulu kala telah diberitakan dan dijanjikan kepada nenek moyangnya akan keselamatan dari Allah tidak dapat menerima kebenaran Allah (Rm. 10:3) yang telah dinyatakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Namun demikian keselamatan tetap terbuka bagi umat Israel melalui kemurahan yang telah diperoleh orang-orang yang bukan Yahudi.

Hendak di tegaskan kepada kita bahwa keselamatan dari Tuhan hanya dapat diperoleh melalui iman bukan karena perbuatan seperti yang dilakukan oleh umat Israel yang berusaha mengenal kebenaran Tuhan mengandalkan pikiran mereka sendiri. Keselamatan dari Allah terbuka bagi semua orang yang menerima dengan iman.

Berkat keselamatan, penyertaan dan pertolongan Tuhan sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah kepada Abraham telah terbuka bagi seluruh bangsa melalui Yesus Kristus (Gal. 3:14). Dengan demikian Yesus menjadi satu-satunya jalan keselamatan dan hidup bagi dunia (Yoh. 3:16) siapa yang percaya akan diselamatkan, dan siapa yang tidak percaya akan dihukum (Mrk. 16:16).

Nas ini mengingatkan kita, bahwa keselamatan yang kita peroleh melalui iman kepada Yesus Kristus bukanlah sesuatu yang harus kita sombongkan dan menganggap bahwa orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang lebih rendah dari kita. Namun sebaliknya bahwa harus memiliki konsep berpikir bahwa mereka juga harus melihat dan ikut serta dalam keselamatan dari Kristus. Inilah tanggungjawab iman kita yaitu untuk memberitakan Injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus menegaskan: "Supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan".

Ada banyak ladang penginjilan dalam kehidupan kita, di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, tempat pekerjaan kita sehari-hari adalah tempat yang akan kita gunakan untuk memperlihatkan bahwa kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Bagaimana orang lain dapat melihat kasih, kebaikan dan kemurahan Kristus ada dalam perilaku kehidupan kita. 

Sehingga orang yang hidup dalam kemurahan Allah bukan lagi dosa yang dirancang-rancang dalam kehidupannya, namun segala sesuatu yang boleh kita perbuat semuanya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan kita Yesus Kristus (ay. 36). Jika orang yang belum mengenal Kristus hanya dapat mencaci dengan perkataan maupun dengan sikap kebencian maka kita akan perlihatkan kasih da kebaikan Allah kepada mereka.

Sehingga keselamatan yang rancangkan oleh Allah bukanlah hanya kepada sekelompok orang atau hanya kepada satu bangsa saja, namun kepada seluruh bangsa akan mendapatkan keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. 

Kita sebagai orang Indonesia yang telah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat tidak lepas dari rencana Allah keselamatan Allah. Terlebih dalam memperingati HUT RI ke-69 kita tidak lupa untuk mengsyukuri kemerdekaan yang boleh di raih bangsa Indonesia tidak terlepas dari kemurahan Allah. Bagaimana kita sebagai orang Kristen mengsyukuri dan mengisi kemerdekaan Indonesia? Kita memiliki tugas ilahi yaitu menjadi warga negara yang telah diselamatkan. Kita berbakti kepada bangsa dan negara adalah karena Allah mengasihi Indonesia.


Wednesday, August 13, 2014

Mazmur 67; Diberkati Untuk Menjadi Berkat

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 67: Roma 11:1-2a+29-32
Mazmur ini mengingatkan umat Israel akan pemanggilan Abraham (Kej. 12:1-3) "Aku akan memberkati engkau..dan engkau akan menjadi berkat". Demikian halnya dengan umat Israel dalam Mazmur ini mengingatkan mereka bahwa hasil tanah yang boleh mereka terima patut untuk disyukuri sebagai berkat Tuhan yang tidak hanya saja memenuhi kebutuhan fisik mereka, namun lebih dari itu bahwa berkat tersebut adalah menjadi panggilan hidup umat Allah agar menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa yang lain akan kehidiran dan kebaikan Allah.

Friday, August 8, 2014

Ketika Beban Hidup Terasa Berat

Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 19:9-18; Matius 14:22-33

Siapa dari kita yang tidak pernah merasakan tekanan hidup? Apapun status sosial, profesi dan bagaimanapun tingkat kemapanan hidup tetapi yang namanya tantangan hidup pasti akan kita rasakan. Bahkan ada kalanya kita akan berada pada situasi dimana kita merasa tidak dapat lagi berbuat apa-apa untuk menyelesaikan masalah yang ada. Bahkan Elia sendiri sebagai hamba Allah merasakan juga yang namanya tekanan hidup dalam pelayanannya, sampai dia mengatakan: "Cukuplah itu! Sekarang ya Tuhan, ambillah nyawaku.." (ay. 4).

Wednesday, August 6, 2014

Matius 14:22-33; Tuhan Memiliki Cara Tersendiri Untuk Menyelamatkan

Bacaan Firman Tuhan: Matius 14:22-33
Menghadapi kehidupan ini kita akan menemui berbagai bentuk dan ragam tantangan, dan secara manusiawi kita memiliki kelemahan yang bisa saja membawa kita pada keputusasaan, ketakutan, stress, sakit hati, dendam, amarah, dan lain sebagainya. Mau tidak mau kita harus menghadapi semua segala pergumulan hidup yang akan kita lalui di dalam dunia ini.

Thursday, July 31, 2014

Apakah Kita Hanya "Merasa" Diselamatkan? (Efesus 2:4-10)

Bacaan Firman Tuhan: Efesus 2:4-10; Yesaya 55:1-5
Seperti Firman Tuhan dalam Yesaya 55:8 "RancaanganKu bukanlah Rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu", bahwa perbuatan Tuhan tidak akan dapat dipikirkan oleh manusia. Hanya satu hal yang pasti kita perlu ketahui bahwa "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Roma 8:28).

Monday, July 28, 2014

Yesaya 55:1-5; Yesus Satu-satunya Jalan Keselamatan dan Hidup

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 55: 1-5; Efesus 2:4-9
Undangan keselamatan dari Tuhan dinyatakan kepada umat Israel yang hidup dalam pembuangan untuk dipulihkan oleh Tuhan dari penderitaan melalui kasih karunia Allah kepada umatNya melalui gambaran akan pemberian makanan dan minuman cuma-cuma yang dihidangkan dalam suatu perjamuan. (“Ayo, hai semua orang yang haus marilah....yang tidak mempunyai uang marilah....terimalah.....tanpa bayaran!”).

Monday, July 21, 2014

Roma 8: 26-30; Allah Turut Bekerja Mendatangkan Kebaikan Kita

Bacaan Firman Tuhan: Roma 8: 26-30
Jika kita membaca dari permulaan pasal 8, Rasul Paulus menegaskan bahwa kita yang telah dimerdekakan oleh Kristus dari kuasa dosa supaya kita tidak lagi hidup oleh daging, tetapi kita hidup oleh kuasa Roh Allah yang menjadikan kita anak-anak Allah. Walaupun kita masih hidup dalam tubuh yang fana, namun kita telah menerima Roh yang memimpin kita kepada kehidupan sesuai dengan janji-janji Allah.

Thursday, July 17, 2014

Perumpamaan Tentang Lalang di Antara Gandum (Matius 13: 24-30 + 36-43)

Bacaan Firman Tuhan: Matius 13:  24-30 + 36-43
Begitu kita membaca perumpamaan ini, pasti kita akan menemukan kejanggalan, yaitu pada ayat 30 “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai..”. Mengapa gandum dan lalang dibiarkan sama-sama bertumbuh? Sementara kebiasaan jika ada lalang maupun tumbuhan-tumbuhan pengganggu pasti akan disiangi dan mencabuti tumbuhan perusak tersebut, namun mengapa pemilik ladang mencegah hamba-hambanya untuk mencabutnya? Yang pasti alasan yang dibuat oleh pemilik ladang adalah faktor resiko karena mungkin gandum ikut tercabut ketika mencabut lalang, karena jika tiba waktu menuai akan kelihatan dengan jelas mana gandum dan lalang. Namun pelajaran awal untuk kita memahami perumpamaan ini:

Yesaya 44: 6-8; Keselamatan Kita Hanya Pada Allah

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 44: 6-8 
Janji keselamatan yang disampaikan Allah melalui nabi Yesaya ini menjadi kekuatan bagi umat Israel yang masih hidup dalam pembuangan. Di dalam keterpurukan dan keputusasaan Firman Tuhan menyapa mereka akan keselamatan yang akan datang atas mereka.

Dalam nas kita ini Tuhan menyapa mereka dengan pertanyaan: “Siapakah seperti Aku?”. Walaupun bangsa itu telah berdosa dihadapan Allah, namun kasih setia Tuhan adalah kekal atas hidup mereka, dan mereka seharusnya menyadari bahwa tidak ada ilah-ilah lain yang dapat menyelamatkan mereka selain dari Allah, justru ilah-ilah itu akan membawa mereka kepada kesengsaraan hidup.

About Metro




Sukacitamu.net. Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Yehezkiel 33:7-11; Saling Membangun Dalam Kebenaran Tuhan

Bacaan Firman Tuhan: Yehezkiel 33:7-11; Roma 13: 8-14; Matius 18:15-20
Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup”Ini adalah Firman Tuhan bagi umatNya yang hidup dalam dosa. Tuhan menetapkan Yehezkiel menjadi penjaga umat Israel, yaitu memperingatkan mereka agar berpaling dari dosa untuk menerima keselamatan dari Allah.

Matius 16:21-28; Menyangkal Diri, Memikul Salib dan Mengikut Yesus

Bacaan Firman Tuhan: Matius 16: 21-28
Mesias Anak Allah harus menderita dan dibunuh?. Mungkin ini adalah reaksi dari Petrus menanggapi pernyataan Tuhan Yesus bahwa Dia akan menderita dan akan dibunuh oleh imam-imam kepala, tua-tua dan ahli-ahli taurat. Langsung Petrus menegor Yesus: “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali tidak akan menimpa Engkau”. Sebab sebelumnya Petrus menyatakan pengakuannya bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup (Mat. 16:16,20).

Roma 12:1-8; Ibadah Yang Sejati

Bacaan Firman Tuhan: Roma 12:1-8
Pada pasal-pasal sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, manusia diselamatkan karena iman dan bukan karena perbuatan baik. Tidak ada seorangpun yang akan selamat dari kutuk dosa, sebab manusia hanya dapat selamat karena dibenarkan oleh Allah melalui penebusan di dalam Kristus Yesus.

Keselamatan Bagi Semua Bangsa

Bacaan Firma Tuhan: Roma 11: 1-2a + 29-32; Mazmur 67
"Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasehatNya?" Tidak terselami rencana-rencana Tuhan atas kehidupan manusia, sehingga berita keselamatan Tuhan tersebar ke seluruh bangsa-bangsa. Banyak suku-suku bangsa yang pada akhirnya menerima kasih keselamatan Allah melalui penderitaan dan kematian Yesus Kristus di kayu salib. Allah merelakan diriNya untuk mendapatkan hinaan dan siksaan supaya kasihNya nyata kepada semua bangsa.

Inilah yang dinyatakan oleh Rasul Paulus "Kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka". Umat Israel yang dari dahulu kala telah diberitakan dan dijanjikan kepada nenek moyangnya akan keselamatan dari Allah tidak dapat menerima kebenaran Allah (Rm. 10:3) yang telah dinyatakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Namun demikian keselamatan tetap terbuka bagi umat Israel melalui kemurahan yang telah diperoleh orang-orang yang bukan Yahudi.

Hendak di tegaskan kepada kita bahwa keselamatan dari Tuhan hanya dapat diperoleh melalui iman bukan karena perbuatan seperti yang dilakukan oleh umat Israel yang berusaha mengenal kebenaran Tuhan mengandalkan pikiran mereka sendiri. Keselamatan dari Allah terbuka bagi semua orang yang menerima dengan iman.

Berkat keselamatan, penyertaan dan pertolongan Tuhan sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah kepada Abraham telah terbuka bagi seluruh bangsa melalui Yesus Kristus (Gal. 3:14). Dengan demikian Yesus menjadi satu-satunya jalan keselamatan dan hidup bagi dunia (Yoh. 3:16) siapa yang percaya akan diselamatkan, dan siapa yang tidak percaya akan dihukum (Mrk. 16:16).

Nas ini mengingatkan kita, bahwa keselamatan yang kita peroleh melalui iman kepada Yesus Kristus bukanlah sesuatu yang harus kita sombongkan dan menganggap bahwa orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus adalah orang-orang yang lebih rendah dari kita. Namun sebaliknya bahwa harus memiliki konsep berpikir bahwa mereka juga harus melihat dan ikut serta dalam keselamatan dari Kristus. Inilah tanggungjawab iman kita yaitu untuk memberitakan Injil Kristus. Itulah sebabnya Paulus menegaskan: "Supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan".

Ada banyak ladang penginjilan dalam kehidupan kita, di dalam lingkungan keluarga, masyarakat, tempat pekerjaan kita sehari-hari adalah tempat yang akan kita gunakan untuk memperlihatkan bahwa kita adalah orang-orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Bagaimana orang lain dapat melihat kasih, kebaikan dan kemurahan Kristus ada dalam perilaku kehidupan kita. 

Sehingga orang yang hidup dalam kemurahan Allah bukan lagi dosa yang dirancang-rancang dalam kehidupannya, namun segala sesuatu yang boleh kita perbuat semuanya menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan kita Yesus Kristus (ay. 36). Jika orang yang belum mengenal Kristus hanya dapat mencaci dengan perkataan maupun dengan sikap kebencian maka kita akan perlihatkan kasih da kebaikan Allah kepada mereka.

Sehingga keselamatan yang rancangkan oleh Allah bukanlah hanya kepada sekelompok orang atau hanya kepada satu bangsa saja, namun kepada seluruh bangsa akan mendapatkan keselamatan dari Allah melalui Yesus Kristus. 

Kita sebagai orang Indonesia yang telah percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat tidak lepas dari rencana Allah keselamatan Allah. Terlebih dalam memperingati HUT RI ke-69 kita tidak lupa untuk mengsyukuri kemerdekaan yang boleh di raih bangsa Indonesia tidak terlepas dari kemurahan Allah. Bagaimana kita sebagai orang Kristen mengsyukuri dan mengisi kemerdekaan Indonesia? Kita memiliki tugas ilahi yaitu menjadi warga negara yang telah diselamatkan. Kita berbakti kepada bangsa dan negara adalah karena Allah mengasihi Indonesia.


Mazmur 67; Diberkati Untuk Menjadi Berkat

 Bacaan Firman Tuhan: Mazmur 67: Roma 11:1-2a+29-32
Mazmur ini mengingatkan umat Israel akan pemanggilan Abraham (Kej. 12:1-3) "Aku akan memberkati engkau..dan engkau akan menjadi berkat". Demikian halnya dengan umat Israel dalam Mazmur ini mengingatkan mereka bahwa hasil tanah yang boleh mereka terima patut untuk disyukuri sebagai berkat Tuhan yang tidak hanya saja memenuhi kebutuhan fisik mereka, namun lebih dari itu bahwa berkat tersebut adalah menjadi panggilan hidup umat Allah agar menjadi kesaksian bagi bangsa-bangsa yang lain akan kehidiran dan kebaikan Allah.

Ketika Beban Hidup Terasa Berat

Bacaan Firman Tuhan: 1 Raja-raja 19:9-18; Matius 14:22-33

Siapa dari kita yang tidak pernah merasakan tekanan hidup? Apapun status sosial, profesi dan bagaimanapun tingkat kemapanan hidup tetapi yang namanya tantangan hidup pasti akan kita rasakan. Bahkan ada kalanya kita akan berada pada situasi dimana kita merasa tidak dapat lagi berbuat apa-apa untuk menyelesaikan masalah yang ada. Bahkan Elia sendiri sebagai hamba Allah merasakan juga yang namanya tekanan hidup dalam pelayanannya, sampai dia mengatakan: "Cukuplah itu! Sekarang ya Tuhan, ambillah nyawaku.." (ay. 4).

Matius 14:22-33; Tuhan Memiliki Cara Tersendiri Untuk Menyelamatkan

Bacaan Firman Tuhan: Matius 14:22-33
Menghadapi kehidupan ini kita akan menemui berbagai bentuk dan ragam tantangan, dan secara manusiawi kita memiliki kelemahan yang bisa saja membawa kita pada keputusasaan, ketakutan, stress, sakit hati, dendam, amarah, dan lain sebagainya. Mau tidak mau kita harus menghadapi semua segala pergumulan hidup yang akan kita lalui di dalam dunia ini.
Apakah Kita Hanya "Merasa" Diselamatkan? (Efesus 2:4-10)

Apakah Kita Hanya "Merasa" Diselamatkan? (Efesus 2:4-10)

Bacaan Firman Tuhan: Efesus 2:4-10; Yesaya 55:1-5
Seperti Firman Tuhan dalam Yesaya 55:8 "RancaanganKu bukanlah Rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanKu", bahwa perbuatan Tuhan tidak akan dapat dipikirkan oleh manusia. Hanya satu hal yang pasti kita perlu ketahui bahwa "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia" (Roma 8:28).

Yesaya 55:1-5; Yesus Satu-satunya Jalan Keselamatan dan Hidup

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 55: 1-5; Efesus 2:4-9
Undangan keselamatan dari Tuhan dinyatakan kepada umat Israel yang hidup dalam pembuangan untuk dipulihkan oleh Tuhan dari penderitaan melalui kasih karunia Allah kepada umatNya melalui gambaran akan pemberian makanan dan minuman cuma-cuma yang dihidangkan dalam suatu perjamuan. (“Ayo, hai semua orang yang haus marilah....yang tidak mempunyai uang marilah....terimalah.....tanpa bayaran!”).

Roma 8: 26-30; Allah Turut Bekerja Mendatangkan Kebaikan Kita

Bacaan Firman Tuhan: Roma 8: 26-30
Jika kita membaca dari permulaan pasal 8, Rasul Paulus menegaskan bahwa kita yang telah dimerdekakan oleh Kristus dari kuasa dosa supaya kita tidak lagi hidup oleh daging, tetapi kita hidup oleh kuasa Roh Allah yang menjadikan kita anak-anak Allah. Walaupun kita masih hidup dalam tubuh yang fana, namun kita telah menerima Roh yang memimpin kita kepada kehidupan sesuai dengan janji-janji Allah.

Perumpamaan Tentang Lalang di Antara Gandum (Matius 13: 24-30 + 36-43)

Bacaan Firman Tuhan: Matius 13:  24-30 + 36-43
Begitu kita membaca perumpamaan ini, pasti kita akan menemukan kejanggalan, yaitu pada ayat 30 “Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai..”. Mengapa gandum dan lalang dibiarkan sama-sama bertumbuh? Sementara kebiasaan jika ada lalang maupun tumbuhan-tumbuhan pengganggu pasti akan disiangi dan mencabuti tumbuhan perusak tersebut, namun mengapa pemilik ladang mencegah hamba-hambanya untuk mencabutnya? Yang pasti alasan yang dibuat oleh pemilik ladang adalah faktor resiko karena mungkin gandum ikut tercabut ketika mencabut lalang, karena jika tiba waktu menuai akan kelihatan dengan jelas mana gandum dan lalang. Namun pelajaran awal untuk kita memahami perumpamaan ini:

Yesaya 44: 6-8; Keselamatan Kita Hanya Pada Allah

Bacaan Firman Tuhan: Yesaya 44: 6-8 
Janji keselamatan yang disampaikan Allah melalui nabi Yesaya ini menjadi kekuatan bagi umat Israel yang masih hidup dalam pembuangan. Di dalam keterpurukan dan keputusasaan Firman Tuhan menyapa mereka akan keselamatan yang akan datang atas mereka.

Dalam nas kita ini Tuhan menyapa mereka dengan pertanyaan: “Siapakah seperti Aku?”. Walaupun bangsa itu telah berdosa dihadapan Allah, namun kasih setia Tuhan adalah kekal atas hidup mereka, dan mereka seharusnya menyadari bahwa tidak ada ilah-ilah lain yang dapat menyelamatkan mereka selain dari Allah, justru ilah-ilah itu akan membawa mereka kepada kesengsaraan hidup.