Saturday, April 13, 2013

Mazmur 66:1-7 Memuliakan Tuhan dengan Kata dan Perbuatan



Mazmur 66:1-7; Efesus 5:15-21
Memuliakan Tuhan dengan kata dan perbuatan
Iman orang percaya dalam Tuhan Yesus Kristus mempunyai keunikan tersendiri, bahwa hidup didalam Tuhan itu adalah hidup dalam sukacita yang mengajak kita untuk selalu bersyukur, baik itu dalam suka maupun duka, karena sukacita dari Tuhan tidak akan pernah hilang. Itulah iman di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kepastian kepada kita melalui kebangkitanNya.
Dalam Mazmur ini kita diajak untuk menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan bahwa begitu besar perbuatanNya kepada seluruh bumi. Sehingga kita harus memazmurkan kemuliaanNya dan memuliakan dengan puji-pujian. Inilah yang ingin dipertegas pemazmur pada saat ini, bagaimana kita untuk memuliakan dan memuji kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

Wednesday, April 10, 2013

Matius 9: 35-38 Belas kasihan yang berbuat



Belas kasihan yang berbuat; 
Minggu Miserikordias Domini 
Matius 9: 35-38; Bacaan Yeheskiel 34:11-16
Dalam permulaan pelayanan Tuhan Yesus banyak dilihat manusia itu hidup tanpa gembala, orang-orang sakit bertebaran dijalan tanpa ada pengharapan, orang-orang yang haus akan Firman Tuhan dan banyak yang akan mati karena kejahatannya. Melihat semuanya itu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Dan Yesus merasakan penderitaan yang mereka alami dan mengalami sengsara manusia itu sebagai sengsaraNya sendiri dan belas kasihanNya akan kesengsaraan umat manusia yang membawanya di kayu salib untuk membawa sukacita yang dari Tuhan. Yesus memandang belas kasihanNya kepada orang bayak itu adalah sebagai “pekerjaan menuai”. Yesus telah menjadi benih yang mati di tanah supaya hidup dan menghasilkan tuaian yang banyak. Memang tuaian banyak namun pekerja sedikit, untuk itulah Yesus memanggil ke-12 muridNya yang pertama sebagai pekerja untuk tuaian itu dan Tuhan juga membutuhkan lebih banyak lagi pekerja yaitu semua yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dilibatkan menjadi pekerja untuk tuaian yang banyak itu.

Tuesday, April 9, 2013

Yeheskiel 34: 11-16, Hati-hati dengan gembala penyesat



Hati-hati dengan gembala penyesat....... Yeheskiel 34: 11-16
Apakah saudara mempercayai kuasa Tuhan? Jika “ya” maka serahkanlah hidup kita digembalakan oleh Tuhan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11) artinya bahwa hanya dialah gembala yang baik dan tidak ada yang lain. Tuhan menggambarkan diriNya sebagai “gembala” untuk memperlihatkan pemeliharaan dan kesetiaanNya kepada umat ciptaanNya sendiri. Firman Allah kepada umat Israel  melalui nabi Yeheskiel ini mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita untuk menuntun kepada kehidupan yang lebih baik selain daripada Allah sendiri. Baik itu raja maupun imam tidak dengan sungguh-sungguh untuk menuntun umat Allah sesuai dengan kehendakNya karena hanya sibuk untuk mementingkan dirinya sendiri. Hati Allah tergerak oleh belas kasihanNya

Thursday, April 4, 2013

Wahyu 1:4-8 Aku adalah Alfa dan Omega



Wahyu 1: 4-8 Aku adalah Alfa dan Omega
Banyak kenyataan yang harus kita hadapi ditengah-tengah kehidupan kita mulai dari susahnya mendirikan rumah ibadah, Gereja yang di segel dan dirobohkan, tindak kejahatan dan nilai moral yang menurun ditengah-tengah masyarakat sampai pada sakit penyakit yang harus kita rasakan ditengah-tengah kehidupan kita. Bagaimana sikap kita menghadapi semuanya ini?

Tuesday, April 2, 2013

Kisah Para Rasul 5: 27-32 Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani



Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani
Minggu Quasimodogeniti: Kisah Para Rasul 5: 27-32; Bacaan: Wahyu 1: 4-8
Ketika kita meletakkan dasar iman kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus melalui kebangkitanNya dan memasuki hidup baru bersama Tuhan, maka kita di utus oleh Allah ketengah-tengah dunia ini menjadi saksiNya. Menjadi saksi Kristus bukanlah hal yang mudah, Tuhan Yesus memperingatkan kepada kita bahwa kita akan dibenci dan teraniaya karena nama Yesus (Luk. 21:17), namun Tuhan memberikan kepastian dan kekuatan kepada kita: “dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16: 33); “Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21: 18-19). Sumber kekuatan kita adalah Tuhan dan tiada yang lain, jika kita tanggung-tanggung menjadi pengikut Yesus tentulah sangat menyakitkan menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini. Ada kalimat dalam sebuah iklan yang mengatakan “Kamu bilang itu Rintangan, aku bilang hanya Tantangan”. Jika dikatakan “Rintangan” berarti sesuatu yang menyurutkan niat kita untuk bertindak karena sesuatu yang merintangi; namun jika dikatakan “Tantangan” adalah kesulitan akan semakin meningkatkan kita berusaha mencapai kesuksesan. Kita bisa ambil contoh sederhananya,

Sunday, March 24, 2013

Matius 28:1-10 Semangat Paskah


 Matius 28:1-10; Bacaan: Kisah Para Rasul 3: 11-16
 Kebangkitan Tuhan Yesus dari anatara orang mati adalah berita sukacita kepada dunia karena Dia adalah penguasa hidup, seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus Akulah kebangkitan dan hidup (Yoh. 11:25). Tuhan Yesus telah memperlihatkan kepada dunia bahwa tidak ada kuasa yang dapat mematikan kuasa Allah terlebih kuasa dosa, Dia telah mematahkan kuasa kegelapan. Kematian adalah upah dari dosa, namun Allah telah mengangkat kita dari kuasa dosa supaya kita mendapatkan kehidupan dari Allah. Kehidupan ada pada Tuhan sehingga kita tidak lagi hidup dalam bayang-bayang maut yang menakutkan karena Tuhan juga akan mengangkat kita dari kematian itu menuju hidup bersama Tuhan.
Kisah kebangkitan Tuhan Yesus adalah bukti dari kuasa Allah dalam hidup manusia, manusia tidak akan

Saturday, March 23, 2013

Matius 23:33-39 Siapa yang menolak Kasih dan Pengampunan Tuhan Yesus?

MATIUS 23:33-39 (Jumat Agung)
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tidak jarang pelayananNya bersinggungan dengan praktek-praktek keagamaan yang dilakukan orang Yahudi pada saat itu dan begitu juga halnya dengan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus mengikuti pelaksanaan Taurat itu dengan mengunjungi rumah sembahyang yang walaupun bukan dengan alas an formal, melainkan mencari peluang untuk melanjutkan misiNya. Ada banyak pelayanan Tuhan Yesus yang sering berseberangan dengan pemahaman ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ketika itu, yang mana Tuhan Yesus mengharapkan penghargaan yang lebih tinggi dari Taurat Tuhan yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesame manusia. Namun yang terjadi ahli taurat dan orang Farisi telah menambahkan Hukum Taurat melalui tradisi lisan yaitu melakukan Hukum Taurat agar dilihat orang

Thursday, March 21, 2013

Yohanes 12:1-8 Menyangkal diri Dengan Minyak Narwastu



Menyangkal diri Dengan Minyak Narwastu. Yohanes 12:1-8
Kali ini kita akan belajar dari dua tokoh yang diantara Tuhan Yesus, yaitu Maria dan Yudas Iskariot. Dalam nas ini Yohanes menceritakan bahwa cerita ini terjadi enam hari sebelum Paskah bahwa kejadian ini adalah tanda penderitaan dan kematian Tuhan Yesus sudah dekat.
Kita mungkin sudah mengetahui bagaimana kisah Maria dan Marta (Lukas 10: 38-42) yang mana Maria terus mendengarkan Yesus sementara Marta sibuk untuk melayani. Hal ini juga terjadi dalam perjamuan di Betania di tempat Lazarus bahwa Maria meminyaki kaki Yesus sementara Marta sibuk juga untuk melayani. Menjadi pertanyaan adalah mengapa Maria meminyaki kaki Yesus? Apakah dia sudah mengetahui bahwa Yesus akan menderita? Atau dia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu adalah persiapan untuk kematian Tuhan Yesus?

About Metro




Sukacitamu.net. Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Blog Archive

Popular Posts

Mazmur 66:1-7 Memuliakan Tuhan dengan Kata dan Perbuatan



Mazmur 66:1-7; Efesus 5:15-21
Memuliakan Tuhan dengan kata dan perbuatan
Iman orang percaya dalam Tuhan Yesus Kristus mempunyai keunikan tersendiri, bahwa hidup didalam Tuhan itu adalah hidup dalam sukacita yang mengajak kita untuk selalu bersyukur, baik itu dalam suka maupun duka, karena sukacita dari Tuhan tidak akan pernah hilang. Itulah iman di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kepastian kepada kita melalui kebangkitanNya.
Dalam Mazmur ini kita diajak untuk menyanyikan nyanyian syukur kepada Tuhan bahwa begitu besar perbuatanNya kepada seluruh bumi. Sehingga kita harus memazmurkan kemuliaanNya dan memuliakan dengan puji-pujian. Inilah yang ingin dipertegas pemazmur pada saat ini, bagaimana kita untuk memuliakan dan memuji kebesaran Tuhan dalam hidup kita.

Matius 9: 35-38 Belas kasihan yang berbuat



Belas kasihan yang berbuat; 
Minggu Miserikordias Domini 
Matius 9: 35-38; Bacaan Yeheskiel 34:11-16
Dalam permulaan pelayanan Tuhan Yesus banyak dilihat manusia itu hidup tanpa gembala, orang-orang sakit bertebaran dijalan tanpa ada pengharapan, orang-orang yang haus akan Firman Tuhan dan banyak yang akan mati karena kejahatannya. Melihat semuanya itu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Dan Yesus merasakan penderitaan yang mereka alami dan mengalami sengsara manusia itu sebagai sengsaraNya sendiri dan belas kasihanNya akan kesengsaraan umat manusia yang membawanya di kayu salib untuk membawa sukacita yang dari Tuhan. Yesus memandang belas kasihanNya kepada orang bayak itu adalah sebagai “pekerjaan menuai”. Yesus telah menjadi benih yang mati di tanah supaya hidup dan menghasilkan tuaian yang banyak. Memang tuaian banyak namun pekerja sedikit, untuk itulah Yesus memanggil ke-12 muridNya yang pertama sebagai pekerja untuk tuaian itu dan Tuhan juga membutuhkan lebih banyak lagi pekerja yaitu semua yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dilibatkan menjadi pekerja untuk tuaian yang banyak itu.

Yeheskiel 34: 11-16, Hati-hati dengan gembala penyesat



Hati-hati dengan gembala penyesat....... Yeheskiel 34: 11-16
Apakah saudara mempercayai kuasa Tuhan? Jika “ya” maka serahkanlah hidup kita digembalakan oleh Tuhan. Sebab Tuhan Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11) artinya bahwa hanya dialah gembala yang baik dan tidak ada yang lain. Tuhan menggambarkan diriNya sebagai “gembala” untuk memperlihatkan pemeliharaan dan kesetiaanNya kepada umat ciptaanNya sendiri. Firman Allah kepada umat Israel  melalui nabi Yeheskiel ini mengingatkan kita kembali bahwa tidak ada siapapun di dunia ini yang dapat menjamin kehidupan kita untuk menuntun kepada kehidupan yang lebih baik selain daripada Allah sendiri. Baik itu raja maupun imam tidak dengan sungguh-sungguh untuk menuntun umat Allah sesuai dengan kehendakNya karena hanya sibuk untuk mementingkan dirinya sendiri. Hati Allah tergerak oleh belas kasihanNya
Wahyu 1:4-8 Aku adalah Alfa dan Omega

Wahyu 1:4-8 Aku adalah Alfa dan Omega



Wahyu 1: 4-8 Aku adalah Alfa dan Omega
Banyak kenyataan yang harus kita hadapi ditengah-tengah kehidupan kita mulai dari susahnya mendirikan rumah ibadah, Gereja yang di segel dan dirobohkan, tindak kejahatan dan nilai moral yang menurun ditengah-tengah masyarakat sampai pada sakit penyakit yang harus kita rasakan ditengah-tengah kehidupan kita. Bagaimana sikap kita menghadapi semuanya ini?

Kisah Para Rasul 5: 27-32 Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani



Kasih adalah dasar saksi Kristus yang berani
Minggu Quasimodogeniti: Kisah Para Rasul 5: 27-32; Bacaan: Wahyu 1: 4-8
Ketika kita meletakkan dasar iman kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus melalui kebangkitanNya dan memasuki hidup baru bersama Tuhan, maka kita di utus oleh Allah ketengah-tengah dunia ini menjadi saksiNya. Menjadi saksi Kristus bukanlah hal yang mudah, Tuhan Yesus memperingatkan kepada kita bahwa kita akan dibenci dan teraniaya karena nama Yesus (Luk. 21:17), namun Tuhan memberikan kepastian dan kekuatan kepada kita: “dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16: 33); “Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21: 18-19). Sumber kekuatan kita adalah Tuhan dan tiada yang lain, jika kita tanggung-tanggung menjadi pengikut Yesus tentulah sangat menyakitkan menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini. Ada kalimat dalam sebuah iklan yang mengatakan “Kamu bilang itu Rintangan, aku bilang hanya Tantangan”. Jika dikatakan “Rintangan” berarti sesuatu yang menyurutkan niat kita untuk bertindak karena sesuatu yang merintangi; namun jika dikatakan “Tantangan” adalah kesulitan akan semakin meningkatkan kita berusaha mencapai kesuksesan. Kita bisa ambil contoh sederhananya,

Matius 28:1-10 Semangat Paskah


 Matius 28:1-10; Bacaan: Kisah Para Rasul 3: 11-16
 Kebangkitan Tuhan Yesus dari anatara orang mati adalah berita sukacita kepada dunia karena Dia adalah penguasa hidup, seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus Akulah kebangkitan dan hidup (Yoh. 11:25). Tuhan Yesus telah memperlihatkan kepada dunia bahwa tidak ada kuasa yang dapat mematikan kuasa Allah terlebih kuasa dosa, Dia telah mematahkan kuasa kegelapan. Kematian adalah upah dari dosa, namun Allah telah mengangkat kita dari kuasa dosa supaya kita mendapatkan kehidupan dari Allah. Kehidupan ada pada Tuhan sehingga kita tidak lagi hidup dalam bayang-bayang maut yang menakutkan karena Tuhan juga akan mengangkat kita dari kematian itu menuju hidup bersama Tuhan.
Kisah kebangkitan Tuhan Yesus adalah bukti dari kuasa Allah dalam hidup manusia, manusia tidak akan

Matius 23:33-39 Siapa yang menolak Kasih dan Pengampunan Tuhan Yesus?

MATIUS 23:33-39 (Jumat Agung)
Dalam pelayanan Tuhan Yesus, tidak jarang pelayananNya bersinggungan dengan praktek-praktek keagamaan yang dilakukan orang Yahudi pada saat itu dan begitu juga halnya dengan ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus mengikuti pelaksanaan Taurat itu dengan mengunjungi rumah sembahyang yang walaupun bukan dengan alas an formal, melainkan mencari peluang untuk melanjutkan misiNya. Ada banyak pelayanan Tuhan Yesus yang sering berseberangan dengan pemahaman ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ketika itu, yang mana Tuhan Yesus mengharapkan penghargaan yang lebih tinggi dari Taurat Tuhan yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesame manusia. Namun yang terjadi ahli taurat dan orang Farisi telah menambahkan Hukum Taurat melalui tradisi lisan yaitu melakukan Hukum Taurat agar dilihat orang

Yohanes 12:1-8 Menyangkal diri Dengan Minyak Narwastu



Menyangkal diri Dengan Minyak Narwastu. Yohanes 12:1-8
Kali ini kita akan belajar dari dua tokoh yang diantara Tuhan Yesus, yaitu Maria dan Yudas Iskariot. Dalam nas ini Yohanes menceritakan bahwa cerita ini terjadi enam hari sebelum Paskah bahwa kejadian ini adalah tanda penderitaan dan kematian Tuhan Yesus sudah dekat.
Kita mungkin sudah mengetahui bagaimana kisah Maria dan Marta (Lukas 10: 38-42) yang mana Maria terus mendengarkan Yesus sementara Marta sibuk untuk melayani. Hal ini juga terjadi dalam perjamuan di Betania di tempat Lazarus bahwa Maria meminyaki kaki Yesus sementara Marta sibuk juga untuk melayani. Menjadi pertanyaan adalah mengapa Maria meminyaki kaki Yesus? Apakah dia sudah mengetahui bahwa Yesus akan menderita? Atau dia tidak menyadari bahwa perbuatannya itu adalah persiapan untuk kematian Tuhan Yesus?